Newest Post

Archive for Juni 2016

Hoax

Ku lihat seorang lelaki duduk termenung meratapi hidup
Air matanya mengalir bagaikan sungai

Bolehkah seorang lelaki menangis?
Sedangkan ia haruslah kuat menghadapi hidup

Angin berhembus kencang dan daun-daun berjatuhan dari pohonnya
Burung-burung pun pergi meninggalkan sarangnya

Isak tangisnya semakin kencang
Menghancurkan hati yang sedang tentram

Dia adalah seorang sahabat
Yang di tinggal mati orang yang dicintanya

Basahnya batu nisan yang tertancap ditanah oleh air matanya
Membuat batin ini seperti tertusuk sebuah pedang

Aku mendekat, mencoba menenangkannya
Tapi, orang yang kupanggil dengan sebutan sahabat tidak lagi mengenaliku

Di saat itu aku tersadar,bahwa dia telah tiada
Terkubur bersama seseorang yang ia cintai

Hati ini sangat berat, ditinggal seorang yang sangat terkasih
Bukan fisik yang meninggalkan, melainkan pikiran, hati, dan jiwanya

Terlintas di pikiranku untuk melakukan sesuatu yang sangat bodoh
Melindunginya dengan berbohong kepadanya

Aku memeluknya dengan sedikit air yang berlinang di mataku dan berbisik
“Aku adalah saudaramu”

Ucapan tadi tidak bisa ku tarik kembali
Tapi itu bukanlah suatu penyesalan

Aku yakin, dia akan terbiasa dengan kebohongan yang aku buat
Demi melindunginya dari dunia yang kacau ini

Analisis :
Puisi ini sangat mudah di pahami, dari larik lariknya saja bisa ditentukan bahwa puisi ini teruntuk seorang sahabat yang ditinggal mati oleh orang yang dia cintai, karena sangat terpukul, semua ingatannya tentang orang lain menjadi hilang.

Puisi ini menceritakan seorang perempuan yang mempunyai sahabat, mereka dari kecil bersama sama, seperti mempunyai ikatan, mereka tinggal di panti asuhan, dibesarkan sebagai saudara. Sahabatnya itu mencintai seseorang, sebagai seorang sahabat, perempuan itu mendukungnya habis habisan. Naas, tidak sampai mereka besar, orang yang dicintai sahabatnya meninggal dunia karena kecelakaan. Setelah mengetahui berita ini, sahabatnya menjadi stres, dan ingin pergi ke makam orang yang di cintanya. Pagi pagi sahabatnya itu bersiap siap lalu berangkat, dilihatlah oleh perempuan itu dan diikuti sampai ke tempat pemakaman. Dia melihat sahabatnya menangis di salah satu batu nisan yang ternyata adalah orang yang dicintai sahabatnya. Dia mendekat, menenangkan sahabatnya, dan ternyata sahabatnya seperti tidak mengenalinya, bingung seperti baru melihat perempuan itu. Perempuan itu sadar bahwa sahabatnya menghilang, jiwanya sudah tidak ada dalam tubuhnya. Dia adalah orang baru. Disaat itulah perempuan itu membuat kebohongan yang merubah hidup mereka berdua. Cinta seseorang yang gagal karena maut memisahkannya, dan cinta seorang sahabat yang dianggap sebagai saudara sendiri.

Analisis Puisi 'Hoax'

Kamis, 30 Juni 2016
Posted by Unknown

// Copyright © Fuyukai Desu //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //