Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Kamis, 30 Juni 2016
Hoax
Ku lihat seorang lelaki duduk termenung meratapi hidup
Air matanya mengalir bagaikan sungai
Bolehkah seorang lelaki menangis?
Sedangkan ia haruslah kuat menghadapi hidup
Angin berhembus kencang dan daun-daun berjatuhan dari
pohonnya
Burung-burung pun pergi meninggalkan sarangnya
Isak tangisnya semakin kencang
Menghancurkan hati yang sedang tentram
Dia adalah seorang sahabat
Yang di tinggal mati orang yang dicintanya
Basahnya batu nisan yang tertancap ditanah oleh air matanya
Membuat batin ini seperti tertusuk sebuah pedang
Aku mendekat, mencoba menenangkannya
Tapi, orang yang kupanggil dengan sebutan sahabat tidak lagi
mengenaliku
Di saat itu aku tersadar,bahwa dia telah tiada
Terkubur bersama seseorang yang ia cintai
Hati ini sangat berat, ditinggal seorang yang sangat
terkasih
Bukan fisik yang meninggalkan, melainkan pikiran, hati, dan
jiwanya
Terlintas di pikiranku untuk melakukan sesuatu yang sangat
bodoh
Melindunginya dengan berbohong kepadanya
Aku memeluknya dengan sedikit air yang berlinang di mataku
dan berbisik
“Aku adalah saudaramu”
Ucapan tadi tidak bisa ku tarik kembali
Tapi itu bukanlah suatu penyesalan
Aku yakin, dia akan terbiasa dengan kebohongan yang aku buat
Demi melindunginya dari dunia yang kacau ini
Analisis :
Puisi ini sangat mudah di pahami, dari larik lariknya saja
bisa ditentukan bahwa puisi ini teruntuk seorang sahabat yang ditinggal mati
oleh orang yang dia cintai, karena sangat terpukul, semua ingatannya tentang
orang lain menjadi hilang.
Puisi ini menceritakan seorang perempuan yang mempunyai
sahabat, mereka dari kecil bersama sama, seperti mempunyai ikatan, mereka
tinggal di panti asuhan, dibesarkan sebagai saudara. Sahabatnya itu mencintai
seseorang, sebagai seorang sahabat, perempuan itu mendukungnya habis habisan.
Naas, tidak sampai mereka besar, orang yang dicintai sahabatnya meninggal dunia
karena kecelakaan. Setelah mengetahui berita ini, sahabatnya menjadi stres, dan
ingin pergi ke makam orang yang di cintanya. Pagi pagi sahabatnya itu bersiap
siap lalu berangkat, dilihatlah oleh perempuan itu dan diikuti sampai ke tempat
pemakaman. Dia melihat sahabatnya menangis di salah satu batu nisan yang
ternyata adalah orang yang dicintai sahabatnya. Dia mendekat, menenangkan
sahabatnya, dan ternyata sahabatnya seperti tidak mengenalinya, bingung seperti
baru melihat perempuan itu. Perempuan itu sadar bahwa sahabatnya menghilang,
jiwanya sudah tidak ada dalam tubuhnya. Dia adalah orang baru. Disaat itulah
perempuan itu membuat kebohongan yang merubah hidup mereka berdua. Cinta
seseorang yang gagal karena maut memisahkannya, dan cinta seorang sahabat yang
dianggap sebagai saudara sendiri.
