Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Rabu, 16 Maret 2016
Kebudayaan
Budaya sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat sunda. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda adalah periang, ramah-tamah, mura senyum, lemah-lembut dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya masyarakat Sunda.
Etos budaya
Kebudayaan
Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di Nusantara. Kebudayaan
Sunda yang ideal kemudian sering kali dikaitkan sebagai kebudayaan masa Kerajaan
Sunda. Ada beberapa ajaran dalam budaya Sunda tentang jalan menuju keutamaan
hidup. Etos dan watak Sunda itu adalah cageur, bageur, singer dan
pinter, yang dapat diartikan sehat, baik, mawas, dan cerdas. Kebudayaan
Sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi
bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Sistem
kepercayaan spiritual tradisional Sunda adalah Sunda Wiwitan yang
mengajarkan keselarasan hidup dengan alam. Kini, hampir sebagian besar
masyarakat Sunda beragama Islam, namun ada beberapa yang tidak beragama
Islam, walaupun berbeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan ditujukan untuk
kebaikan di alam semesta.
Provinsi Jawa
Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5o50’ - 7o50’ Lintang Selatan dan
104o48’ - 108o48’ Bujur Timur, dengan batas wilayah : sebelah Utara, berbatasan
dengan Laut Jawa dan Provinsi DKI Jakarta; sebelah Timur, berbatasan dengan
Provinsi Jawa Tengah; sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia; dan
sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Banten.
Luas wilayah
Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah daratan seluas 3.710.061,32 hektar dan
garis pantai sepanjang 755,829 km. Daratan Jawa Barat dapat dibedakan atas
wilayah pegunungan curam (9,5% dari total luas wilayah Jawa Barat) terletak di
bagian Selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut
(dpl); wilayah lereng bukit yang landai (36,48%) terletak di bagian Tengah
dengan ketinggian 10 - 1.500 m dpl; dan wilayah dataran luas (54,03%) terletak
di bagian Utara dengan ketinggian 0 – 10 m dpl. Tutupan lahan terluas di Jawa
Barat berupa kebun campuran (22,89 % dari luas wilayah Jawa Barat), sawah
(20,27%), dan perkebunan (17,41%), sementara hutan primer dan hutan sekunder di
Jawa Barat hanya 15,93% dari seluruh luas wilayah Jawa Barat.
Iklim di Jawa
Barat yaitu tropis, dengan suhu rata-rata berkisar antara 17,4 – 30,7°C dan
kelembaban udara antara 73–84%. Data BMKG menyebutkan bahwa sepanjang tahun
2008, turun hujan selama 1-26 hari setiap bulannya dengan curah hujan antara
3,6 hingga 332,8 mm.
Jawa Barat
dialiri 40 sungai dengan wilayah seluas 37.175,97 km2. Jawa Barat juga memiliki
1.267waduk/situdengan potensi air permukaan lebih dari 10.000juta m3.Air
permukaan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, pertanian, dan air
minum.Terdapat peningkatan jumlah perusahaan yang aktif memanfaatkan air
permukaan menjadi 625 perusahaan dari 606 perusahaan pada tahun 2007.
Secara administratif, Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17
kabupaten dan 9 kota; 520 kecamatan; 5.245 desa dan 626 kelurahan.
Ciri utama daratan Jawa
Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif)
yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau
Sulawesi. Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan
dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng
bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, wilayah dataran luas di
utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.
Bahasa
Dalam
percakapan sehari-hari, etnis Sunda banyak menggunakan bahasa Sunda. Namun kini
telah banyak masyarakat Sunda terutama yang tinggal di perkotaan tidak lagi
menggunakan bahasa Sunda dalam bertutur kata. Seperti yang terjadi di
pusat-pusat keramaian kota Bandung,Bogor, dan Tangerang, dimana
banyak masyarakat yang tidak lagi menggunakan bahasa Sunda.
Ada
beberapa dialek dalam bahasa Sunda, mulai dari dialek Sunda-Banten,
hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar
bahasa biasanya membedakan enam dialek berbeda. Dialek-dialek ini adalah:
·
Dialek Barat (Bahasa
Sunda Banten)
·
Dialek Utara
·
Dialek Selatan
(Priangan)
·
Dialek Tengah Timur
·
Dialek Timur Laut
(Bahasa Sunda Cirebon)
·
Dialek Tenggara
Dialek
Barat dipertuturkan di daerah Banten dan Lampung. Dialek Utara mencakup daerah
Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa daerah Pantura. Lalu dialek
Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya.
Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di Kabupaten Majalengka dan
Indramayu. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Cirebon dan Kuningan,
juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah. Dan
akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis, juga di beberapa
kecamatan di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.
Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Sunda berprofesi
sebagai petani, dan berladang, ini disebabkan tanah Sunda yang subur.Sampai
abad ke-19, banyak dari masyarakat Sunda yang berladang secara
berpindah-pindah.
Selain bertani, masyarakat Sunda
seringkali memilih untuk menjadi pengusaha dan pedagang sebagai mata
pencariannya, meskipun kebanyakan berupa wirausaha kecil-kecilan yang
sederhana, seperti menjadi penjaja makanan keliling,
membuka warung atau rumah makan, membuka toko barang kelontong dan
kebutuhan sehari-hari, atau membuka usaha cukur rambut, di daerah perkotaan ada
pula yang membuka usaha percetakan, distro, cafe, rental mobil dan jual beli
kendaraan bekas.
Sistem Sosial Suku Sunda
Sistem kekerabatan yang digunakan adalah sistem kekerabatan
parental atau bilateral, yaitu mengikuti garis keturunan kedua belah pihak
orang tua yaitu bapak dan ibu. Dalam keluarga sunda, bapak yang bertindak
sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam
yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku
sunda.
Dalam bahasa sunda dikenal pula kosa
kata sejarah dan sarsilah (silsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama
dengan kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sejarah
adalah susun galur atau garis keturunan. Pada saat menikah, orang sunda tidak
ada keharusan menikah dengan keturunan tertentu asal tidak melanggar ketentuan
agama. Setelah menikah, penggantin baru bisa tinggal di tempat kediaman istri
atau suami tetapi pada umumnya mereka memilih tinggal di tempat baru atau
neolokal. Dilihat dari sudut ego, orang sunda mengenal istilah tujuh generasi
keatas dan tujuh generasi ke bawah, antara lain yaitu :
Tujuh generasi keatas :
Kolot, Embah, Buyut, Bao,
Janggawareng, Udeg-udeg, Gantung Siwur
Tujuh Generasi Kebawah :
Anak, Incu, Buyut, Bao, Janggawareng,
Udeg-Udeg, Gantung Siwur
Source
:
http://rseptaradita.blogspot.co.id/2013/12/7-unsur-kebudyaan-suku-sunda.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda
- Back to Home »
- <li><a href='#'>Ilmu Budaya Dasar</a></li> »
- Kebudayaan Suku Sunda