Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Selasa, 10 Mei 2016
Pengertian Cinta
Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan
ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang
mewarisi semua kebaika, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bisa dibilang, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan
aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, seperti pengorbanan diri,
empati, perhatian, kasih sayang, membantuk, menuruti perkataan dan apapun yang
diinginkan objek tersebut.
Definisi
cinta, adalah suatu perasaan yang diberikan pada manusia atau benda lain,
dialami oleh semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta dipengaruhi pula oleh
perkembangan masa. Terkadang berubah arti menurut tanggapan, pemahaman, dan
penggunaan di dalam keadaan. Beberapa ungkapan cinta yang biasanya digunakan
untuk meluapkan perasaan contohnya seperti berikut :
- Perasaan terhadap keluarga
- Philia / cinta tahap kedua yang tumbuh dari hasil persahabatan yang mendalam
- Asmara / perasaan yang romantis
- Cinta Eros / perasaan yang hanya merupakan hawa nafsu
- Agape / cinta yang tidak mementingkan diri sendiri (Cinta tanpa syarat)
- Narsisisme / cinta terhadap diri sendiri
- Patriotisme / cinta terhadap negara
- Nasionalisme / cinta terhadap bangsa
3 Unsur Cinta Kasih
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, cinta memiliki 3 unsur,
yaitu Ketertarikan, Keintiman, dan Kemesraan.
- Ketertarikan
Ketertarikan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia,
segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan
dia. Intinya segala sesuatu hanya dia.
2. Keintiman
Keintiman adalah kebiasaan atau tingkah laku yang
menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak panggilan formal
seperti ibu,ayah, saudara. Semua itu digantikan dengan sekedar memanggil nama,
atau sebutan sebutan lain yang special.
3. Kemesraan
Kemesraan adalah rasa ingin membelai atau dibelai, rasa
rindu bila terpisah jarak atau sekedar lama tidak berjumpa, atau adanya
ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
3 Unsur dalam Segitiga Cinta (Triangular Love)
Suatu teori yang dikemukakan oleh Robert J. Sternberg (1986)
ini biasa disebut dengan The Triangular Theory of Love menjelaskan bahwa cinta
terdiri dari 3 unsur. Unsur unsurnya adalah sebagai berikut :
- Intimacy (Intimasi)
Intimasi adalah aspek emosi / cinta. Intimasi sebagai
perasaan dalam suatu hubungan yang mendorong akan adanya kedekatan dan
keterikatan. Intimasi akan membuat hubungan menjadi lebih erat antara satu dan
lainnya. Tapi, kalau tidak dirawat dengan baik bisa menurun ke titik nol. Bila
relasi dan komunikasi tidak bertumbuh dengan baik, intimasi menjadi mati.
- Passion (Gairah)
Sisi motivasi dari segitiga cinta. Sisi gairah itu memiliki
peran penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan kuat untuk bersatu
dengan orang yang kita cintai. Unsur ini berkaitan dengan intimasi, keduanya
saling bergantian muncul terlebih dahulu dalam suatu hubungan percintaan. Pada awalnya, gairah bertumbuh cepat dan
sangat kuat, sampai menjadi kebiasaan. Passion punya segi motivasi yang
berkekuatan positif, inilah yang membuat anda terpikat pada seseorang. Sisi negatifnya
adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan, daya tarik tadi lama kelamaan
akan memudar.
- Commitment (Komitmen)
Sisi kognitif dari cinta. Komitmen merupakan tekad untuk
memelihara cinta. Komitmen bisa bertumbuh mulai dari taraf nol, saat pertama
kali jumpa dengan orang yang dicintai, dan akan terus tumbuh seiring dengan
saling mengenal dengan satu sama lain. Kunci dari komitmen adalah saling mengenal
dan respect (menghargai).
3 Unsur dalam Tingkatan Cinta
Dalam Kitab Suci Al-Quran, ditemui adanya fenomena cinta
yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan, yaitu Tinggi,
Menengah, dan Rendah.
- Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasullallah, dan Jihad di jalan Allah.
- Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat.
- Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
Cinta menurut Ajaran Agama
Cinta
dalam pandagan islam itu seperti iman, diyakini dengan hati, diucapkan dengan
lisan dan dibuktikan dengan tindakan. Karena mencintai merupakan salah satu
ciri orang orang beriman.
Diyakini dengan hati, yaitu cinta datang bukan berasal dari
dorongan nafsu, tetapi datang dari iman di dalam diri yang mengedepankan akhlak
mulia dan ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Karena cinta atas dasar nafsu
takkan mendatangkan kebahagiaan, dan ketentraman di jiwa, kecuali kesengsaraan
dan kehinaan yang berkepanjangan.
Diucapkan dengan lisan, yaitu diucapkan kepada seseorang
yang kita cintai, dan itu termasuk sunnah karena Rasulallah sendiri
menganjurkannya. Namun ada aturannya, diucapkan kepada yang sudah mahramnya,
teman yang shalih dan yang paling penting adalah kepada orang tua.
Dibuktikan dengan tidakan, karena Rasulallah SAW pernah
berkata bahwa jika ada seorang laki laki mencintai seorang perempuan, maka melamarnya
untuk dijadikan istri merupaka bentruk dari pembuktian cintanya. Jika suka
segera nikahi, tetapi jika belum mampu maka hendak berpuasa, kendalikan nafsu
dan cintai dalam diam. Itu semua demi menjaga kesucian diri dan kesucian orang
yang dicintai.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah yang dituturkan dari
mulut ke mulut, tetapi cinta adalah anugerah dari Allah Azza wa Jalla yang
indah nan suci, jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Allah Azza wa Jalla akan memberikan pasangan jiwa yang
sesuai dengan perangai kita, jika ingin dapat yang baik, maka jadilah orang
baik. Seperti firman Allah berikut :
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji,
dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan
perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik
untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang
dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”
(QS An-Nur:26)
Kasih Sayang
Kasih
sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Allah
Azza wa Jalla, baik makhluk hidup, maupun benda mati, seperti menyayangi diri
sendiri berdasarkan hati nurani yang luhur. Dalam kehidupan berumah tanggan,
kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang tumbuh dari cinta. Sadar
atau tidak sadar, masing masing pihak yang terlibat dituntut untuk
tanggungjawab, saling berkorban, jujur, saling percaya, saling mengerti, dan
terbuka sehingga keduanya merupakan suatu kesatuan yang utuh.
Kemesraan
Kemesraan
adalah perasaan simpati yang akrab, hubungan yang akrab antara laki laki dan
perempuan yang sedang jatuh cinta maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan
pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang
berlanjut menimbulkan pengertian mesra.
Pemujaan
Pemujaan
berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa
dewa atau berhala. Dalam perkembangannya
kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang
Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan,
karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Pemujaan
adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan
dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan adalah dimana kita memuja atau
mengagungkan sesuatu yang kita senangi. Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai
aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan
yang ada. Seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa para
leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi
keberuntungan orang yang masih hidup.
Belas Kasih
Belas
kasih atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang
lain. Lebih kuat daripada empati. Perasaan ini biasanya memunculkan usaha
mengurangi penderitaan orang lain. Belas kasih adalah kebajikan di mana
kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap
sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang
lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat,
masyarakat, dan kepribadian .
Cinta Kasih Erotis
Cinta
kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan
seseorang lainnya. Cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama
cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di
eksplosif berupan jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih
dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya
hanya sementara.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan
merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan.
Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di stimulasi
oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam.
Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak
terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali
eksklusivitas dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan
sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering kita jumpai separang orang-orang
yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang
lainya.
Source :
https://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
http://nurfitriapermatasari.blogspot.co.id/2015/04/manusia-dan-cinta-kasih-3-unsur-cinta.html
http://fauziyahhani.blogspot.co.id/2016/05/manusia-dan-cinta-kasih.html
https://limitationeye.wordpress.com/2012/04/24/3-unsur-tentang-cinta/
http://okupan.blogspot.co.id/2015/02/cinta-dalam-pandangan-islam.html
http://ilfen.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-kasih-sayang.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2189133-pengertian-kasih-sayang-cinta-kemesraan/#ixzz1ri3uRT1H
https://id.wikipedia.org/wiki/Belas_kasihan
http://ubayotaku.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-cinta-kasih-erotis.html

